THE RELEVANCE OF MU'TAZILAH ISLAMIC THEOLOGICAL THOUGHT TO THE RATIONALITY OF GENERATION Z
Abstract
Rasionalitas dalam pemikiran Mu’tazilah tidak berarti menempatkan akal di atas wahyu secara mutlak, melainkan menekankan peran akal dalam memahami dan menginterpretasikan ajaran agama. Generasi Z memiliki karakteristik yang terbuka terhadap berbagai sumber informasi serta memiliki kecenderungan untuk mempertanyakan gagasan yang bertentangan dengan pengalaman atau pemahaman logis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik rasionalitas Mu’tazilah dan potensi kontribusinya dalam membentuk pola pikir keislaman Generasi Z yang kritis, logis, dan berorientasi pada nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menerapkan pendekatan normatif dan sosio-historis, dengan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran teologi Mu’tazilah terdiri atas lima prinsip utama, yaitu At-Tauhid (Keesaan Allah), Al-’Adl (Keadilan Allah), Al-Wa’du wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman), Al-Manzilah bainal-Manzilataini (Posisi di antara Dua Posisi), serta Al-Amru bi al-Ma’ruf wa al-Nahyu ‘an al-Munkar (Memerintahkan kepada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran). Relevansi pemikiran Mu’tazilah terhadap rasionalitas Generasi Z terletak pada penekanan terhadap penggunaan akal, argumentasi logis, pemikiran kritis, serta pemahaman ajaran agama secara kontekstual. Nilai-nilai tersebut dapat membantu Generasi Z dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan di era digital, seperti fanatisme, misinformasi, dan klaim kebenaran keagamaan yang tidak didukung argumentasi. Oleh karena itu, rasionalitas yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dapat mendorong terbentuknya sikap keberagamaan yang kritis, moderat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
References
Nurhuda, A. (2024). Conceptions of Reason and Revelation in Discourses Mu'tazilah, Asya'riyah, and Maturidiyah (Samarkhan and Bukhara). Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 25(1), 132–142. https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.19651
Muallim, M. N., Andryadi, Noviriani, Aulia, N., Adilla, U., & Narti, W. (2023). Technology and Generation Z Spirituality in Indonesia: A Systematic Literature Review with Keyword Co-occurrence Mapping. Irfani.
Pute, J. P., Alferdi, L., Lilo, D. D., et al. (2023). Revitalisasi Moderasi Beragama melalui Pemanfaatan Literasi Digital oleh Gen-Z. Masokan: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan.
Campbell, H. A. (2021). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. Routledge.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution, H. (1986). Teologi Islam: Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Zed, M. (2023). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
















.png)





.png)

