PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA-BENCANA: PROGRAM MITIGASI KEBENCANAAN, KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT, SEKOLAH DARURAT UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI DESA DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG

  • Tappil Rambe Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Hariadi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • M. Taufik Rahmadi Universitas Negeri Medan, Indonesia
Keywords: mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, sekolah darurat, pemberdayaan masyarakat, pemulihan pascabencana

Abstract

Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor yang memerlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi kebencanaan, kesiapsiagaan, dan keberlanjutan layanan pendidikan anak pascabencana. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil program pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui penguatan organisasi pemuda, penyusunan prosedur evakuasi, pelatihan mitigasi, simulasi kesiapsiagaan, serta penyelenggaraan sekolah darurat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Mitra kegiatan terdiri atas Karang Taruna Kampung Durian sebanyak 30 anggota dan kelompok pendidikan anak usia dini sebanyak 22 anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan manajemen kelembagaan. Pemahaman organisasi Karang Taruna meningkat dari 40% menjadi 85%, pengetahuan mitigasi bencana dari 40% menjadi 88%, dan kepemilikan prosedur evakuasi dari 0% menjadi 90%. Pada mitra pendidikan anak usia dini, ketersediaan sistem sekolah darurat meningkat dari 0% menjadi 85%, pemahaman guru tentang mitigasi dari 25% menjadi 80%, dan pengelolaan pembelajaran darurat dari 10% menjadi 80%. Program ini menghasilkan modul mitigasi bencana, modul sekolah darurat, prosedur evakuasi, media edukasi kebencanaan, dan tim siaga bencana berbasis masyarakat.

References

1) Anderson, A., & Mendenhall, M. (2010a). Inter-Agency Network for Education in Emergencies, Minimum Standards for Education. INEE.
2) Anderson, A., & Mendenhall, M. (2010b). Inter-Agency Network for Education in Emergencies, Minimum Standards for Education. INEE.
3) Arista Puji Utami, Muhammad Farhan Pratama, Akbar Hajar Utama, & Akbar Ade Firmansyah. (2024). Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Sosialisasi Mitigasi Bencana Bersama BPBD Kabupaten Magelang: Mendorong Keterlibatan Aktif Masyarakat di Desa Beseran. In Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora (Vol. 5, Issue 2, pp. 63–68). https://doi.org/10.59059/tabsyir.v5i2.1090
4) Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2014). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. In Bnpb. BNPB.
5) Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4
6) Dales, Z. I., Salvan, E. P., & Paulican, A. T. (2021). Community-Based Disaster Risk Management in Flood and Landslide-Prone Areas: Exploring the Lived Experiences of Residents in Bukidnon. Asia Pacific Journal of Social and Behavioral Sciences, 18, 77–92. https://doi.org/10.57200/apjsbs.v18i0.233
7) Essi, N. O., Rossi, P. H., & Freeman, H. E. (1987). Evaluation: A Systematic Approach. In The Statistician (8th ed., Vol. 36, Issue 4). SAGE Publications. https://doi.org/10.2307/2348859
8) Gil-Rivas, V., & Kilmer, R. P. (2016). Building Community Capacity and Fostering Disaster Resilience. Journal of Clinical Psychology, 72(12), 1318–1332. https://doi.org/10.1002/jclp.22281
9) Ife, J. (2016). Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice. In Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316342855
10) Isnaini, R. (2022). Building A Disaster Prepared Village Community To Reduce The Risk Of A Landslide Disaster In Sumurup Village, Bendungan District, Trenggalek Regency. Jurnal Biosains Pascasarjana, 24(1), 56–65. https://doi.org/10.20473/jbp.v24i1.2022.56-65
11) Mulyadi, D. (2016). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Prenada Media Group. In Bandung: Alfabeta. Alfabeta.

12) Mutch, C. (2023). How schools build community resilience capacity and social capital in disaster preparedness, response and recovery. International Journal of Disaster Risk Reduction, 92. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2023.103735
13) Patton, M. Q. (2002). Qualitative research & evaluation methods : integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.
14) Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. In Pemerintah Republik Indonesia (pp. 1–50). http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/regulasi/uu/UU_No._24_Th_2007_ttg_Penanggulangan_Bencana.pdf
15) Putro, S., Hariyanto, H., Azhari, A., & Amira, M. T. (2024). Efforts to Increase the Capacity of Sukorejo Village, Semarang City Community in Facing Landslide Disasters Through the Preparation of Evacuation Standard Operating Procedures (SOPs). Social Science and Humanities Journal, 8(03), 34689–34696. https://doi.org/10.18535/sshj.v8i03.964
16) Rifai, A. I., Prasetijo, J., Isradi, M., Sari, Y. A., & Zolkipli, M. F. (2025). Flood and landslide exposure awareness for mitigation of road network performance: a community-based approach. Sinergi (Indonesia), 29(2), 411–422. https://doi.org/10.22441/sinergi.2025.2.012
17) Setiawan, H., Retnaningrum, E., Arrisaldi, T., & Wilopo, W. (2021). Capacity Building and Community Preparedness Towards Landslide Disaster in Pagerharjo Village, Kulon Progo Regency of Yogyakarta, Indonesia. Kulon Progo Regency of Yogyakarta. https://doi.org/10.1007/978-3-030-60196-6_54
18) Shah, A. A., Shaw, R., Ye, J., Abid, M., Amir, S. M., Kanak Pervez, A. K. M., & Naz, S. (2019). Current capacities, preparedness and needs of local institutions in dealing with disaster risk reduction in Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. International Journal of Disaster Risk Reduction, 34, 165–172. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2018.11.014
19) Sutarman, S., Sukanti, L., Herlina, Srimulyeni, & Sulastri, N. (2025). Enhancing Community Resilience in Facing Landslide Hazards through Education and Mitigation in Pasirmunjul Village, Sukatani District, Purwakarta. The International Journal of Education Management and Sociology, 4(4), 205–214. https://doi.org/10.58818/ijems.v4i4.226
20) U.N.E.S.C.O. (2020). Education in Emergencies: Ensuring the Right to Education in Crisis Situations. UNESCO.
21) UNDRR – United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2022). In The Palgrave Encyclopedia of Urban and Regional Futures. UNDRR. https://doi.org/10.1007/978-3-030-87745-3_300731
22) Zahri, R., Md Ali, A. H., Matsuura, S., & Rambat, S. (2025). Enhancing Youth Resilience in Disaster Risk Reduction: Insights from a systematic literature review. Environment-Behaviour Proceedings Journal, 10(SI33), 63–70. https://doi.org/10.21834/e-bpj.v10isi33.7067
Zaida Muflih, G., Barokah, U., Zuhdi, R., Fathani, T. F., & Wilopo, W. (2025). Strategi Mitigasi Bencana Longsor untuk Meningkatkan Ketahanan Masyarakat di Desa Ngargosari Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Jurnal Ketahanan Nasional, 31(1), 109. https://doi.org/10.22146/jkn.105820
Published
2026-06-03
Section
Articles