STRATEGI BKM JAMI’ SABILILLAH DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMUDA UNTUK MEWUJUDKAN KONDUSIVITAS MASYARAKAT DESA KUTOMULYO

  • Ananda Al Dzuhri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Zulkarnain Abdurrahman Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Keywords: Strategi BKM, Partisipasi Pemuda, Masjid, Pemberdayaan Masyarakat, Kondusivitas Masyarakat.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BKM Jami’ Sabilillah dalam meningkatkan partisipasi pemuda serta kontribusinya untuk mewujudkan kondusivitas masyarakat Desa Kutomulyo. Masjid sebagai institusi keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks tersebut, BKM memiliki peran strategis dalam merancang dan melaksanakan program yang mampu melibatkan generasi muda secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Kutomulyo pada bulan Januari sampai Februari 2026. Informan penelitian dipilih secara purposive, meliputi pengurus BKM, tokoh masyarakat, pemuda yang terlibat, dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BKM Jami’ Sabilillah meliputi kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan yang dirancang secara sistematis untuk meningkatkan keterlibatan pemuda. Bentuk partisipasi pemuda terlihat dalam partisipasi tenaga, pikiran, dan sosial, meskipun tingkat keterlibatannya belum sepenuhnya merata. Untuk meningkatkan partisipasi tersebut, BKM menerapkan strategi berupa pemberian ruang kepemimpinan kepada pemuda, pelibatan dalam musyawarah, penyelenggaraan kegiatan yang sesuai dengan minat generasi muda, serta pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Strategi tersebut terbukti memberikan kontribusi positif terhadap kondusivitas masyarakat, yang ditandai dengan meningkatnya solidaritas sosial, berkurangnya aktivitas negatif pemuda, serta terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antarwarga. Dengan demikian, strategi BKM Jami’ Sabilillah berperan penting tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan pemuda dan penciptaan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis.

References

Anjani, N. I. (2023). Pemberdayaan komunitas remaja masjid melalui pendekatan partisipatif. JURPIKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Aprilianti, L., & Abidin, M. Z. (2021). Pengaruh motivasi dan efikasi diri terhadap partisipasi usaha masyarakat. Administraus, 5(2).
https://doi.org/10.56662/administraus.v5i2.155
Ayub, M. E. (1996). Manajemen masjid: Petunjuk praktis bagi para pengurus. Jakarta: Gema Insani Press.
Azhari, A., Karwati, L., & Novitasari, N. (2021). Partisipasi organisasi pemuda masjid dalam meningkatkan kegiatan keagamaan. Learning Society: Jurnal CSR dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2).
Bovens, M., Goodin, R. E., & Schillemans, T. (Eds.). (2014). The Oxford handbook of public accountability. Oxford: Oxford University Press.
https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199641253.001.0001
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781506330204
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2016). The new public service: Serving, not steering (4th ed.). New York: Routledge.
https://doi.org/10.4324/9781315289496
Departemen Agama Republik Indonesia. (2007). Pedoman manajemen masjid. Jakarta: Departemen Agama RI.
Dewi Surani, D., Sahroni, O., & Yuliasari, D. (2021). Pemberdayaan masjid dalam peningkatan akhlak remaja di era milenial. Atara Wisnu: Indonesian Journal of Community Service, 1(2).
Kartasasmita, G. (1996). Pembangunan untuk rakyat: Memadukan pertumbuhan dan pemerataan. Jakarta: CIDES.
Kartono, K. (2008). Pemimpin dan kepemimpinan. Jakarta: Rajawali Pers.
Mardikanto, T. (2010). Konsep-konsep pemberdayaan masyarakat. Surakarta: UNS Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (ed. revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nugroho, B., Lubis, S., & Asfriyati. (2025). Strategi pemberdayaan pemuda masjid oleh BKPRMI dalam meningkatkan partisipasi sosial di Kota Medan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 13(2), 112–126.
https://doi.org/10.37064/jpm.v13i2.26194
Nurul Imani, I., & Fakhruddin, A. (2023). Manajemen masjid berbasis keterlibatan masyarakat lintas etnis. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 22(2), 169–186.
https://doi.org/10.18592/alhadharah.v22i2.11878
Osyidi, R., & Hasanah, U. H. (2023). Penguatan peran masjid sebagai pusat belajar bagi anak. Integritas: Jurnal Pengabdian, 7(1), 9–18.
https://doi.org/10.36841/integritas.v7i1.2491107
Prasetya, D. S. B., Ahzan, S., Pangga, D., Gummah, S., & Hidayat, S. (2022). Pengembangan usaha melalui pemberdayaan pemuda masjid. Sasambo: Jurnal Abdimas, 4(3). https://doi.org/10.36312/sasambo.v4i3.787
Putra, A., & Rumondor, P. (2019). Eksistensi masjid dalam kehidupan sosial keagamaan. Tasamuh, 17(1), 245–264. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v17i1.1218
Rahmatusadiyah, R. (2024). Pemberdayaan pemuda berbasis masjid dalam meningkatkan partisipasi sosial. Tamkin: Jurnal Pemberdayaan, 2(2), 67–75.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryadi. (2015). Sosiologi pemuda: Dinamika partisipasi sosial generasi muda. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Terry, G. R. (2006). Prinsip-prinsip manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Published
2026-04-14
Section
Articles