CURRICULUM POLICY EVOLUTION IN INDONESIA: FROM THE 1975 CURRICULUM TO MERDEKA BELAJAR
Abstract
Abstrak
Perubahan kurikulum di Indonesia berlangsung secara dinamis sebagai respons terhadap perubahan sosial, politik, ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan pendidikan abad ke-21. Perubahan tersebut tidak hanya menunjukkan arah pembaruan pedagogis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kebijakan pendidikan nasional terus berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi kebijakan kurikulum di Indonesia dari Kurikulum 1975 hingga Kurikulum Merdeka dengan menitikberatkan pada karakteristik utama tiap fase, pergeseran paradigma pembelajaran, dan tantangan implementasi yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap dokumen kebijakan, literatur akademik, dan sumber historis yang relevan. Analisis data dilakukan dengan content analysis untuk memetakan pola perubahan, kesinambungan, dan perbedaan orientasi kurikulum antarperiode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evolusi kurikulum Indonesia bergerak dari pendekatan yang administratif, sentralistik, dan berorientasi isi menuju kurikulum yang lebih berbasis kompetensi, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Namun demikian, kualitas implementasi pada setiap fase tetap sangat ditentukan oleh kesiapan guru, dukungan kelembagaan, serta pemerataan sumber daya pendidikan.
Kata Kunci: Evolusi Kurikulum; Kebijakan Pendidikan; Merdeka Belajar; Implementasi Kurikulum; Pendidikan Indonesia
Abstract
Curriculum change in Indonesia has developed dynamically in response to social, political, and economic transformation, as well as to the expansion of science, technology, and twenty-first-century educational demands. These shifts not only reflect pedagogical reform but also illustrate how national education policy continues to adapt to the needs of learners, society, and national development. This study aims to analyze the evolution of curriculum policy in Indonesia from the 1975 Curriculum to the Merdeka Curriculum by focusing on the main characteristics of each phase, changes in learning paradigms, and the implementation challenges that accompanied them. The study employed a descriptive qualitative approach through documentation studies of policy documents, academic literature, and relevant historical sources. Data were analyzed using content analysis to identify patterns of change, continuity, and differences in curriculum orientation across periods. The findings indicate that the evolution of the Indonesian curriculum has shifted from an administrative, centralized, and content-oriented approach toward a more competency-based, flexible, and student-centered curriculum. However, the quality of implementation in every phase has remained strongly dependent on teacher readiness, institutional support, and the equitable distribution of educational resources.
Keywords: Curriculum Evolution; Education Policy; Merdeka Belajar; Curriculum Implementation; Indonesian Education
References
1) Ahsan, M., & Nur, L. (2019). Teachers’ readiness for curriculum change in Indonesia: A case study. Journal of Educational Reform, 5(2), 115–128.
2) Alwasilah, A. C. (2012). Pokoknya kualitatif: Dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.
3) Ansyar, M. (2015). Kurikulum: Hakikat, fondasi, desain dan pengembangan. Jakarta: Kencana.
4) Bjork, C. (2013). Indonesian education: Teachers, schools, and central bureaucracy. Routledge.
5) Bolstad, R., & Gilbert, J. (2012). Supporting future-oriented learning & teaching. Ministry of Education, New Zealand.
6) Darling-Hammond, L. (2012). Creating a comprehensive system for evaluating and supporting effective teaching. Stanford Center for Opportunity Policy in Education.
7) Depdiknas. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK): Konsep dan implementasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
8) Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP): Standar isi dan standar kompetensi lulusan. Jakarta: Pusat Kurikulum.
9) Fadhilah, D. (2018). Implementasi kurikulum 2013 dalam meningkatkan kompetensi abad 21. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 51(3), 45–59.
10) Hargreaves, A., & Fullan, M. (2012). Professional capital: Transforming teaching in every school. Teachers College Press.
11) Hasibuan, A. S., Purnomo, M. D., & Rafida, T. (2025). The teaching of English in writing class at senior high school: A multimodal discourse analysis. Tell-Us Journal, 11(3), 1109-1130.
12) Hidayah, F. N., Purnomo, M. D., & Daulay, S. H. (2025). Multimodality in the English textbook images: Gender representation analysis. Getsempena English Education Journal, 12(1), 76–90.
13) Hidayat, R., & Kurniawan, A. R. (2020). Adaptasi pembelajaran diferensiasi pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(2), 188–202.
14) Irham, N. R., & Daulay, S. H., Purnomo, M. D (2024). Exploring linguistic knowledge in elementary learners: Challenges and barriers. TELL-US Journal, 9(4), 1013–1022.
15) Jalal, F., & Sardjunani, N. (2012). Reformasi pendidikan di Indonesia. International Journal of Indonesian Education, 2(1), 11–28.
16) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Dokumen pelaksanaan Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.
17) Kemendikbud. (2020). Kurikulum dalam kondisi khusus. Jakarta: Kemendikbud.
18) Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
19) Maarif Institute. (2016). Evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah Indonesia. Jakarta: Maarif Institute.
20) Mahsun. (2019). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran bahasa. Depok: RajaGrafindo Persada.
21) Mulyasa, E. (2014). Pengembangan dan implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
22) Mulyasa, E. (2017). Kurikulum Merdeka: Implementasi dan tantangan guru. Bandung: Rosdakarya.
23) Mustikasari, D. W., Purnomo, M. D., & Imani, A. (2025). Community Support: Practical Strategies for Professional Self-Care and Wellbeing. In Cultivating Wellbeing and Community through Writing in Academia (pp. 97-105). Routledge.
24) Nation, I. S. P., & Macalister, J. (2010). Language curriculum design. Routledge.
25) OECD. (2012). Education at a glance 2012: OECD indicators. OECD Publishing.
26) Purnomo, M. D. (2016). Grammatical intricacy and lexical density in the texts of English handbooks at private Islamic junior high school level in Medan. Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 2(2).
27) Purnomo, M. D. (2017). The power of language (Kuasa bahasa) dalam dimensi sosial, politik, budaya, dan pendidikan. Naila Pustaka.
28) Purnomo, M. D., Basri, M. H., & Manik, N. (2025). Indonesian and Australian students’ multimodal perceptions on master’s English curriculum for global competition: A comparative study. Register Journal, 18(2), 236–259.
29) Puskur. (2010). Evaluasi Kurikulum 2006 (KTSP). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan.
30) Puskurbuk. (1999). Evaluasi implementasi kurikulum tingkat nasional. Jakarta: Balitbang Kemendikbud.
31) Rahmawati, S. (2021). Kesiapan guru dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Jurnal Inovasi Pendidikan, 20(1), 77–89.
32) Rusman. (2018). Manajemen Kurikulum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
33) Sanjaya, W. (2008). Kurikulum dan pembelajaran: Teori dan praktik pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Kencana.
34) Santrock, J. W. (2001). Educational psychology (7th ed.). McGraw-Hill.
35) Schiro, M. (2013). Curriculum theory: Conflicting visions and enduring concerns. Sage Publications.
36) Soedijarto. (2000). Pendidikan nasional sebagai wahana mencerdaskan kehidupan bangsa. Jakarta: Balai Pustaka.
37) Stiggins, R. (2014). Revolutionize assessment: Empower students, inspire learning. Corwin Press.
38) Sufairoh. (2016). Pendekatan scientific sebagai ciri khas Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Nasional, 7(1), 22–34.
39) Supranoto. (2005). Evaluasi penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(3), 325–338.
40) Suryani, N. (2018). Tantangan guru dalam implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Pendidikan, 35(2), 150–165.
41) Suyanto, S., & Jihad, A. (2013). Menjadi guru profesional: Strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru. Jakarta: Erlangga.
42) Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.
43) UNESCO. (2004). Education for All global monitoring report 2004: The quality imperative. UNESCO Publishing.
44) Zahroh, A. (2019). Analisis konseptual Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 28(3), 199–210.














.png)





.png)

