ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI SCAFFOLDING KOGNITIF BAGI KEMAMPUAN ELABORASI MAHASISWA PGMI SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
Abstract
Penelitian ini berlatar belakang pada cepatnya perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan yang berpotensi mendukung kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya kemampuan elaborasi mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peran AI dalam konteks pembelajaran serta implikasinya terhadap kemampuan elaborasi mahasiswa PGMI. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan literatur mencakup 8 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2016 hingga 2026. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, mempercepat akses informasi, serta mendukung pemahaman konsep yang lebih kompleks. Secara kuantitatif, salah satu penelitian menunjukkan tingkat pemahaman AI mahasiswa mencapai 85,2%, sedangkan capaian kemampuan elaborasi mereka berada pada kategori cukup dengan persentase sekitar 75%. Penemuan lain menunjukkan bahwa model pembelajaran aktif seperti inkuiri dan pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan elaborasi, namun saat ini belum terintegrasi dengan AI. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara kajian AI dan kemampuan elaborasi, khususnya pada konteks mahasiswa PGMI. Kesimpulannya, AI memiliki potensi sebagai scaffolding kognitif yang mendukung pengembangan kemampuan elaborasi, namun penggunaanya perlu dirancang secara lebih terarah agar tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.















.png)





.png)

