- Focus and Scope
- Editorial Team
- Reviewers
- Peer Review Process
- Open Access Policy
- Publication Ethic
- Types of Articles
- Publication Frequency
- Author Guidelines
- Online Submission
- Screening Plagiarism
- Article Processing Charges (APCs)
- Article Submission Charges
- Copyright Notice
- Digital Archiving
- Funding and Support Service
Author Guidelines
POLIRELIGI: Journal of Politics, Religion, and Communication
1. Ketentuan Umum
Penulis wajib menyiapkan naskah secara cermat dan mengikuti ketentuan editorial serta teknis yang ditetapkan oleh POLIRELIGI: Journal of Politics, Religion, and Communication.
Naskah yang dikirimkan harus memenuhi ketentuan berikut:
- Merupakan karya ilmiah asli;
- Sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal;
- Belum pernah diterbitkan dalam media publikasi lain;
- Tidak sedang dikirim atau diproses pada jurnal lain;
- Memiliki kebaruan, relevansi akademik, dan ketepatan metodologis atau konseptual;
- Mematuhi etika penelitian dan etika publikasi;
- Dikirim secara daring melalui sistem Open Journal Systems
Naskah yang tidak memenuhi persyaratan dasar dapat dikembalikan kepada penulis atau ditolak pada tahap pemeriksaan awal oleh editor.
2. Jenis Naskah
POLIRELIGI menerima beberapa jenis naskah ilmiah, yaitu:
- Artikel hasil penelitian empiris;
- Artikel teoretis dan konseptual;
- Tinjauan literatur sistematis, integratif, atau kritis;
- Studi kasus;
- Kajian komparatif;
- Analisis kebijakan publik;
- Kajian media dan wacana;
- Artikel pengabdian kepada masyarakat yang memiliki kontribusi akademik yang kuat.
Artikel tinjauan literatur harus menjelaskan prosedur penelusuran dan analisis sumber, menghasilkan sintesis kritis, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, serta menawarkan kontribusi konseptual. Naskah yang hanya merangkum penelitian terdahulu tanpa analisis kritis tidak dapat diproses.
3. Bahasa Naskah
Naskah dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Artikel berbahasa Indonesia wajib mencantumkan:
- Judul dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris;
- Abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris;
- Kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Naskah berbahasa Inggris harus menggunakan tata bahasa akademik yang jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh pembaca internasional. Penulis disarankan melakukan pemeriksaan bahasa atau menggunakan layanan penyuntingan profesional sebelum mengirimkan naskah. Naskah dengan kualitas bahasa yang menghambat pemahaman akademik dapat dikembalikan pada tahap pemeriksaan awal.
4. Panjang dan Format Naskah
Panjang naskah berkisar antara 4.000–7.000 kata, tidak termasuk daftar pustaka dan lampiran. Naskah harus menggunakan templat resmi POLIRELIGI dengan ketentuan umum sebagai berikut:
- Format dokumen Microsoft Word;
- Ukuran kertas A4;
- Huruf Book Antiqua ukuran 11 poin;
- Spasi 1,15;
- Margin 2,5 cm pada setiap sisi;
- Paragraf rata kiri dan kanan;
- Tabel dan gambar ditempatkan pada bagian teks yang relevan;
- Nomor halaman dicantumkan secara konsisten;
- Istilah asing atau istilah lokal tertentu ditulis miring;
- Garis bawah tidak digunakan, kecuali untuk alamat situs aktif.
Tim editor dapat meminta penulis memperbaiki format apabila naskah belum sesuai dengan templat jurnal.
5. Struktur Naskah
Artikel Penelitian Empiris
Artikel hasil penelitian pada umumnya memuat:
- Judul;
- Nama penulis dan afiliasi;
- Abstrak;
- Kata kunci;
- Pendahuluan;
- Tinjauan pustaka atau kerangka teori;
- Metode penelitian;
- Hasil;
- Pembahasan;
- Kesimpulan;
- Ucapan terima kasih, apabila diperlukan;
- Pernyataan pendanaan;
- Pernyataan konflik kepentingan;
- Kontribusi penulis;
- Daftar pustaka;
- Lampiran, apabila diperlukan.
Bagian hasil dan pembahasan dapat disajikan secara terpisah atau digabungkan sesuai dengan desain penelitian dan karakter analisis.
Artikel Konseptual, Tinjauan Literatur, Kebijakan, dan Wacana
Artikel nonempiris dapat menggunakan struktur berikut:
- Judul;
- Nama penulis dan afiliasi;
- Abstrak;
- Kata kunci;
- Pendahuluan;
- Kerangka konseptual atau teoretis;
- Metode kajian atau metode analisis;
- Analisis dan pembahasan;
- Kesimpulan;
- Pernyataan etika dan deklarasi;
- Daftar pustaka.
Struktur dapat disesuaikan dengan jenis artikel selama argumentasi, metode analisis, temuan, dan kontribusi ilmiah dijelaskan secara sistematis.
6. Judul Artikel
Judul artikel harus:
- Mencerminkan topik dan fokus utama penelitian;
- Bersifat spesifik, informatif, dan ringkas;
- Menghindari singkatan yang tidak umum;
- Tidak menggunakan istilah yang terlalu luas;
- Tidak lebih dari sekitar 16 kata;
- Mencerminkan variabel, konsep, subjek, konteks, atau pendekatan analisis apabila diperlukan.
Subjudul dapat digunakan untuk memperjelas fokus artikel, tetapi judul yang terlalu panjang harus dihindari.
7. Identitas Penulis
Identitas lengkap penulis harus dimasukkan pada metadata OJS dan halaman judul yang disiapkan untuk administrasi editorial. Informasi penulis mencakup:
- Nama lengkap tanpa gelar akademik;
- Afiliasi institusi;
- Program studi, fakultas, atau lembaga penelitian;
- Kota dan negara;
- Alamat surat elektronik aktif;
- Nomor ORCID apabila tersedia;
- Penetapan penulis korespondensi.
Seluruh nama yang tercantum sebagai penulis harus memberikan kontribusi substantif terhadap penelitian atau penyusunan artikel dan menyetujui versi akhir naskah. Pencantuman nama sebagai bentuk penghormatan, hadiah, atau kepentingan tertentu tanpa kontribusi nyata tidak diperkenankan. Kontributor yang tidak memenuhi kriteria kepengarangan dapat dicantumkan pada bagian ucapan terima kasih.
8. Abstrak
Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan panjang sekitar 150–250 kata. Untuk artikel penelitian empiris, abstrak memuat secara ringkas:
- Latar belakang atau masalah penelitian;
- Tujuan penelitian;
- Pendekatan atau desain penelitian;
- Partisipan, sumber data, atau konteks penelitian;
- Temuan utama;
- Kesimpulan utama;
- Kontribusi teoretis atau praktis.
Abstrak harus dapat dipahami tanpa membaca keseluruhan artikel. Abstrak tidak boleh memuat kutipan referensi, tabel, gambar, kutipan panjang, atau singkatan yang belum dijelaskan. Artikel berbahasa Indonesia wajib menyediakan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
9. Kata Kunci
Penulis harus mencantumkan tiga sampai lima kata kunci setelah abstrak.
Kata kunci harus:
- Mewakili konsep utama artikel;
- Bersifat spesifik dan relevan untuk pengindeksan;
- Menghindari istilah yang terlalu umum;
- Tidak mengulang keseluruhan judul artikel;
- Menggunakan istilah yang lazim dalam kajian politik, agama, komunikasi, media, dan ilmu sosial.
Istilah yang terdiri atas beberapa kata dapat digunakan, misalnya komunikasi politik, moderasi beragama, ruang publik digital, atau populisme keagamaan.
10. Pendahuluan
Pendahuluan harus memberikan landasan akademik yang kuat bagi penelitian. Bagian ini sekurang-kurangnya memuat:
- Latar belakang dan urgensi masalah;
- Konteks sosial, politik, keagamaan, komunikasi, atau media yang relevan;
- Kajian singkat terhadap penelitian terdahulu;
- Identifikasi kesenjangan penelitian;
- Kebaruan penelitian;
- Pertanyaan atau tujuan penelitian;
- Kontribusi akademik yang diharapkan.
Pendahuluan tidak hanya berisi definisi umum atau uraian sejarah yang terlalu panjang. Penulis harus menunjukkan perbedaan dan kontribusi penelitian terhadap kajian yang telah ada.
11. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori
Tinjauan pustaka harus mengkaji sumber ilmiah yang relevan dan kredibel secara kritis. Bagian ini tidak boleh hanya berupa kumpulan ringkasan penelitian terdahulu. Penulis perlu:
- Membandingkan teori dan temuan penelitian yang relevan;
- Mengidentifikasi keterbatasan konseptual, metodologis, atau kontekstual;
- Menjelaskan posisi teori yang digunakan dalam penelitian;
- Menyusun kerangka konseptual apabila diperlukan;
- Menghubungkan teori dengan pertanyaan penelitian dan proses analisis.
Artikel jurnal ilmiah yang mutakhir perlu diprioritaskan. Sumber klasik atau fondasional dapat digunakan apabila masih relevan dengan kerangka teoretis.
12. Metode Penelitian
Bagian metode harus memberikan informasi yang memadai agar pembaca dapat memahami dan menilai proses penelitian. Metode penelitian dapat memuat:
- Pendekatan dan desain penelitian;
- Lokasi atau konteks penelitian;
- Populasi, partisipan, informan, atau subjek penelitian;
- Teknik sampling atau pemilihan informan;
- Jenis dan sumber data;
- Teknik pengumpulan data;
- Instrumen penelitian;
- Uji validitas dan reliabilitas;
- Prosedur kredibilitas atau keabsahan data;
- Teknik analisis data;
- Persetujuan etik dan persetujuan partisipan.
Artikel kuantitatif, kualitatif, metode campuran, tinjauan literatur, analisis wacana, dan analisis kebijakan wajib menjelaskan prosedur analisis secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
13. Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil menyajikan temuan utama penelitian secara jelas, sistematis, dan sesuai dengan tujuan penelitian. Informasi yang sama tidak perlu diulang secara penuh dalam teks, tabel, dan gambar. Pembahasan harus:
- Menafsirkan makna temuan;
- Menghubungkan hasil dengan pertanyaan penelitian;
- Menganalisis temuan berdasarkan teori yang digunakan;
- Membandingkan hasil dengan penelitian terdahulu;
- Menjelaskan persamaan, perbedaan, dan temuan yang tidak terduga;
- Menguraikan implikasi teoretis, metodologis, sosial, atau kebijakan;
- Menunjukkan kontribusi dan kebaruan penelitian.
Pembahasan yang hanya mengulangi isi hasil tanpa interpretasi tidak dianggap memadai.
14. Kesimpulan
Kesimpulan harus menjawab tujuan atau pertanyaan penelitian secara langsung. Bagian ini menyajikan inti kontribusi penelitian tanpa mengulangi seluruh isi abstrak atau pembahasan. Kesimpulan dapat memuat:
- Temuan utama;
- Kontribusi teoretis;
- Implikasi praktis atau kebijakan;
- Keterbatasan penelitian;
- Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
Kesimpulan tidak boleh memuat data baru, kutipan panjang, atau argumentasi yang belum dibahas pada bagian sebelumnya.
15. Tabel dan Gambar
Tabel dan gambar harus memenuhi ketentuan berikut:
- Diberi nomor secara berurutan;
- Memiliki judul yang jelas dan informatif;
- Disebutkan dalam teks utama;
- Ditempatkan dekat dengan paragraf yang membahasnya;
- Mencantumkan sumber di bawah tabel atau gambar;
- Memiliki resolusi dan keterbacaan yang baik;
- Tidak menggunakan elemen dekoratif yang berlebihan;
- Disajikan dalam format yang dapat diedit apabila memungkinkan.
Penulis bertanggung jawab memperoleh izin penggunaan terhadap tabel, foto, ilustrasi, atau materi visual yang dilindungi hak cipta.
16. Sitasi dan Daftar Pustaka
POLIRELIGI: Journal of Politics, Religion, and Communication menggunakan gaya sitasi dan referensi American Psychological Association Edisi Ketujuh atau APA 7th Edition.
Penulis wajib:
- Menggunakan sistem sitasi nama penulis dan tahun;
- Memastikan setiap sumber yang dikutip tercantum dalam daftar pustaka;
- Memastikan setiap referensi dalam daftar pustaka digunakan dalam naskah;
- Menyusun daftar pustaka secara alfabetis;
- Mencantumkan DOI dalam bentuk tautan aktif apabila tersedia;
- Menggunakan sumber ilmiah yang dapat ditelusuri;
- Menghindari ketergantungan berlebihan pada situs nonakademik;
- Memeriksa ketepatan nama penulis, tahun, judul, volume, nomor, halaman, dan DOI.
Penulis sangat dianjurkan menggunakan aplikasi pengelola referensi seperti Mendeley, Zotero, atau perangkat sejenis. Daftar pustaka sebaiknya memuat sekurang-kurangnya 20 sumber ilmiah yang relevan. Sebagian besar sumber diharapkan berasal dari artikel jurnal bereputasi yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Sumber klasik dapat digunakan apabila penting bagi kerangka teori.
17. Orisinalitas dan Plagiarisme
Setiap naskah akan diperiksa menggunakan perangkat pendeteksi kemiripan sebelum memasuki proses penelaahan sejawat. Penilaian tidak hanya didasarkan pada persentase kemiripan, tetapi juga mempertimbangkan sumber, pola, dan sifat kemiripan. Penulis wajib memastikan bahwa:
- Setiap kutipan ditandai dan dirujuk dengan benar;
- Setiap gagasan yang diparafrasakan mencantumkan sumber;
- Tabel, gambar, instrumen, dan data dari sumber lain diberi atribusi;
- Naskah tidak mengandung plagiarisme, plagiarisme diri, publikasi ganda, fabrikasi data, falsifikasi data, atau manipulasi sitasi.
Naskah yang mengandung pelanggaran serius dapat ditolak atau ditarik kembali setelah publikasi.
18. Etika Penelitian
Penelitian yang melibatkan manusia, data pribadi sensitif, identitas agama, pandangan politik, komunitas rentan, atau dokumen rahasia harus mengikuti standar etika penelitian yang berlaku. Penulis perlu menjelaskan:
- Persetujuan komite etik apabila diperlukan;
- Persetujuan partisipan;
- Perlindungan kerahasiaan;
- Keamanan dan perlindungan data;
- Upaya mengurangi risiko terhadap partisipan;
- Izin penggunaan informasi atau foto yang dapat mengidentifikasi individu.
Penelitian tentang isu politik atau agama yang sensitif harus menghindari stigmatisasi, diskriminasi, eksploitasi, dan pengungkapan identitas yang dapat merugikan partisipan.
19. Konflik Kepentingan dan Pendanaan
Seluruh penulis harus mengungkapkan hubungan finansial, institusional, profesional, ideologis, atau pribadi yang berpotensi memengaruhi proses penelitian dan interpretasi hasil. Penulis juga harus menyatakan:
- Sumber pendanaan penelitian;
- Nomor hibah apabila tersedia;
- Peran pemberi dana dalam penelitian;
- Pernyataan apabila penelitian tidak menerima pendanaan eksternal.
Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, penulis dapat menggunakan pernyataan berikut:
“Para penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan terkait penelitian dan publikasi artikel ini.”
20. Penggunaan Kecerdasan Buatan
Perangkat kecerdasan buatan tidak dapat dicantumkan sebagai penulis karena tidak dapat mempertanggungjawabkan integritas, akurasi, dan orisinalitas karya ilmiah. Apabila kecerdasan buatan generatif digunakan untuk penyuntingan bahasa, transkripsi, pengolahan data, pembuatan kode, pengembangan gambar, atau tujuan substantif lainnya, penulis wajib mengungkapkan:
- Nama dan versi perangkat;
- Tujuan penggunaan;
- Bagian naskah yang dipengaruhi;
- Prosedur verifikasi terhadap hasil yang dihasilkan.
Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas ketepatan fakta, keabsahan sitasi, orisinalitas, kerahasiaan data, dan kepatuhan terhadap hak cipta serta etika penelitian.
21. Naskah Anonim untuk Penelaahan
POLIRELIGI: Journal of Politics, Religion, and Communication menerapkan sistem double-blind peer review. Identitas penulis dan reviewer tidak saling diketahui selama proses penelaahan. Penulis harus mengunggah versi naskah anonim yang tidak memuat:
- Nama penulis;
- Afiliasi;
- Alamat surat elektronik;
- Ucapan terima kasih;
- Biografi penulis;
- Informasi lain yang dapat menunjukkan identitas penulis.
Identitas penulis dimasukkan pada metadata OJS dan dapat disediakan dalam halaman judul terpisah. Penulis juga harus menghapus informasi pribadi pada properti dokumen sebelum mengunggah naskah.
22. Pengiriman Naskah secara Daring
Seluruh naskah dikirim melalui sistem OJS POLIRELIGI: Journal of Politics, Religion, and Communication. Penulis harus melakukan registrasi atau masuk menggunakan akun yang telah dimiliki, kemudian melengkapi metadata dan mengunggah dokumen yang diperlukan. Pada proses pengiriman, penulis harus:
- Memilih bagian atau jenis artikel yang sesuai;
- Mengunggah naskah anonim;
- Mengisi judul, abstrak, dan kata kunci;
- Menambahkan seluruh nama penulis sesuai urutan;
- Mencantumkan afiliasi dan alamat surat elektronik;
- Mengunggah dokumen pendukung apabila diperlukan;
- Menyetujui daftar pemeriksaan pengiriman;
- Menyampaikan pernyataan orisinalitas apabila diminta.
Seluruh komunikasi mengenai status naskah dilakukan melalui akun OJS dan surat elektronik penulis korespondensi.
23. Proses Penelaahan dan Keputusan Editorial
Naskah yang lolos pemeriksaan awal akan diproses melalui sistem double-blind peer review oleh sekurang-kurangnya dua reviewer yang sesuai dengan bidang kajian artikel. Keputusan editorial dapat berupa:
- Diterima;
- Diterima dengan revisi minor;
- Memerlukan revisi mayor;
- Dikirim kembali untuk penelaahan ulang;
Penulis wajib menanggapi komentar reviewer secara sistematis dan mengunggah naskah revisi bersama dokumen tanggapan yang menjelaskan setiap perubahan. Keputusan akhir publikasi berada pada Editor in Chief dengan mempertimbangkan rekomendasi reviewer, kualitas ilmiah, kebaruan, relevansi, dan kepatuhan terhadap etika publikasi.
24. Lampiran dan Materi Pendukung
Lampiran hanya digunakan apabila memuat informasi penting yang tidak dapat dimasukkan secara efektif ke dalam bagian utama naskah. Materi pendukung dapat berupa:
- Instrumen penelitian;
- Pedoman wawancara;
- Kerangka pengodean;
- Hasil analisis statistik tambahan;
- Protokol pengumpulan data;
- Tabel atau gambar tambahan.
Setiap lampiran harus diberi judul, nomor, dan disebutkan dalam teks utama.
Pernyataan Kepatuhan Penulis
Dengan mengirimkan naskah kepada POLIRELIGI: Journal of Politics, Religion, and Communication, penulis menyatakan bahwa:
- Naskah merupakan karya asli;
- Naskah belum pernah diterbitkan;
- Naskah tidak sedang diproses oleh jurnal lain;
- Seluruh penulis menyetujui pengiriman dan urutan kepengarangan;
- Data dan informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan;
- Seluruh sumber telah dikutip secara benar;
- Penulis bersedia mengikuti proses penelaahan dan revisi;
- Penulis mematuhi etika penelitian, etika publikasi, serta kebijakan jurnal.
Naskah yang tidak mengikuti pedoman ini dapat dikembalikan untuk diperbaiki atau ditolak pada tahap pemeriksaan awal.



