PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat&nbsp; menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari - April, Mei - Agustus, dan September - Desember.</p> Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural en-US PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2807-7334 PESAN AKHLAK PADA KONTEN YOUTUBE HANDY BONY SEMANGAT HIJRAH DI KALANGAN GEN Z https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/872 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori pesan akhlak, menganalisis dominasi kategori tersebut, serta menganalisis <em>respons audiens</em> Generasi Z terhadap pesan akhlak dalam konten video "Hijrah" pada kanal YouTube Handy Bony, @Pro-You Channel. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi proses interaktif Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Unit analisis adalah setiap pesan dakwah yang memuat satu nilai akhlak, dan dihitung satu kali meskipun disebut berulang dalam satu segmen video. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pesan akhlak, yaitu akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada diri sendiri, dan akhlak kepada sesama manusia. Akhlak kepada diri sendiri menjadi kategori paling dominan, yang menunjukkan bahwa dakwah Handy Bony menekankan transformasi personal meninggalkan kebiasaan buruk, menjaga kehormatan diri, dan konsistensi berubah sebagai basis hijrah sebelum diwujudkan dalam relasi sosial. Pola ini merepresentasikan proses pembentukan karakter Generasi Z yang berjenjang, dimulai dari penguatan hubungan spiritual, dilanjutkan perubahan diri, dan diwujudkan dalam hubungan sosial. <em>Respons audiens</em> pada kolom komentar didominasi ekspresi istiqamah, hijrah, dan doa, yang mengindikasikan keterlibatan afektif <em>audiens</em>, bukan sekadar pemahaman kognitif atas pesan dakwah. Temuan ini menegaskan YouTube sebagai media dakwah digital yang efektif mendorong transformasi moral generasi muda secara bertahap dari dimensi spiritual, personal, hingga sosial.</p> Jacky Raihanta Barus Khatibah Joko Susanto Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 766 788 10.47006/pendalas.v6i3.872 SMALLHOLDER OIL PALM REPLANTING AS AN INSTRUMENT FOR COMMUNITY EMPOWERMENT TO SUPPORT SOCIO-ECONOMIC CONDITIONS IN NORTH PADANG LAWAS REGENCY https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/860 <p>Rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dan kompleksitas proses peremajaan menjadi persoalan penting bagi keberlanjutan pendapatan dan kondisi sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat serta menguji pengaruh implementasi program terhadap dampak sosial ekonomi petani di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui survei terhadap 30 petani peserta program yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan peremajaan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas bibit unggul memperoleh penilaian tertinggi pada aspek implementasi dengan nilai rata-rata 4,63, sedangkan kepuasan terhadap layanan kelembagaan menjadi dampak tertinggi dengan rata-rata 4,50. Perubahan pendapatan memperoleh rata-rata terendah sebesar 4,07 karena sebagian tanaman belum memasuki fase produksi penuh. Analisis regresi menunjukkan bahwa implementasi program berpengaruh positif dan signifikan terhadap dampak yang dirasakan petani dengan nilai R² sebesar 0,638. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas implementasi program merupakan faktor penting dalam memperkuat pemberdayaan dan kondisi sosial ekonomi petani.</p> Julpian Harahap Sofyandi Lubis Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 789 808 10.47006/pendalas.v6i3.860 REGULATION OF DIGITAL ISLAMIC COMMUNICATION IN STRENGTHENING PUBLIC ETHICS IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION ENVIRONMENTS https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/810 <p>Transformasi digital telah memperluas praktik dakwah di lingkungan perguruan tinggi Islam, namun sekaligus menghadirkan persoalan berupa disinformasi keagamaan, rendahnya literasi media, lemahnya verifikasi informasi, dan kebutuhan akan tanggung jawab akademik dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan regulasi komunikasi dakwah digital, etika komunikasi Islam, literasi media, dan tanggung jawab akademik dalam memperkuat etika publik di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi komunikasi dakwah digital memiliki empat dimensi utama, yaitu normatif, akademik, sosial, dan transformasional. Etika dakwah digital bertumpu pada nilai <em>ṣ</em><em>idq</em>, amanah, tabayyun, dan maslahah, sedangkan literasi media berfungsi memperkuat kemampuan kritis dalam mengakses, memverifikasi, mengevaluasi, dan memproduksi informasi. Tanggung jawab akademik diwujudkan melalui komunikasi berbasis keilmuan, sumber yang kredibel, moderasi, dan akuntabilitas. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka komunikasi Islam yang adaptif, etis, kredibel, dan berorientasi pada penguatan etika publik di perguruan tinggi Islam.</p> Muhammad Alif Alfaruqi Hasan Sazali Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 809 828 10.47006/pendalas.v6i3.810 DIMENSI FILOSOFIS ILMU KOMUNIKASI: KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI, DAN ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/869 <p>Transformasi digital telah mengubah hakikat komunikasi, proses pembentukan pengetahuan, orientasi nilai, dan standar etika dalam praktik komunikasi kontemporer. Namun, kajian ilmu komunikasi masih cenderung membahas dimensi ontologi, epistemologi, aksiologi, dan etika secara terpisah sehingga belum menghasilkan pemahaman filosofis yang integratif terhadap kompleksitas komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengintegrasikan keempat dimensi tersebut sebagai fondasi filosofis ilmu komunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari buku teori dan filsafat komunikasi, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik relevan yang dikaji melalui dokumentasi, klasifikasi tematik, reduksi data, penyajian data, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis komunikasi telah bergeser dari proses transmisi linear menuju konstruksi makna yang dinamis, relasional, dan multidimensional. Secara epistemologis, ilmu komunikasi bersifat multiparadigma melalui pendekatan positivistik, interpretatif, dan kritis. Secara aksiologis, komunikasi berorientasi pada kebenaran, keadilan, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial, tetapi menghadapi tekanan kepentingan ekonomi, politik, dan algoritmik. Secara etis, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, dan pelanggaran privasi menegaskan kebutuhan akan integrasi fondasi filosofis untuk membangun ilmu dan praktik komunikasi yang kritis, etis, serta bertanggung jawab.</p> Nurrahman Elfi Yanti Ritonga Erwan Effendy Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 829 848 10.47006/pendalas.v6i3.869 PERAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL PADA PESERTA DIDIK DI MAN 1 MEDAN https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/866 <p>Perkembangan emosional merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan peserta didik mengelola emosi, berinteraksi sosial, menghadapi tekanan, dan membangun kematangan kepribadian. Pendidikan Islam memiliki potensi strategis dalam mendukung perkembangan tersebut melalui internalisasi nilai-nilai religius, khususnya sabar, syukur, dan pembiasaan salat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan Islam dalam perkembangan emosional peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan serta memahami pemaknaan informan terhadap nilai sabar, syukur, dan salat dalam kehidupan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Alfred Schutz. Informan dipilih secara purposif dan melibatkan wali kelas, guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan Konseling, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan dalam membangun ketenangan, pengendalian diri, disiplin, tanggung jawab, dan kematangan emosional. Nilai sabar membantu peserta didik mengelola frustrasi dan perilaku impulsif, syukur mendorong ketenangan serta penerimaan diri, sedangkan salat dimaknai sebagai praktik spiritual yang mendukung disiplin dan regulasi emosi.</p> Nurul Ulya Ficki Padli Pardede Lasmaroha Sitompul Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 849 868 10.47006/pendalas.v6i3.866 STRATEGI PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI METODE BERCERITA https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/867 <p>Pembentukan nilai agama dan moral pada peserta didik menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya persoalan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan nilai secara kognitif, tetapi juga mampu menyentuh aspek afektif dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran nilai agama dan moral melalui metode bercerita, meliputi perencanaan, pelaksanaan, penguatan, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta literatur relevan mengenai pendidikan karakter, perkembangan moral, dan metode bercerita. Data dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, analisis isi, sintesis tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode bercerita memiliki potensi pedagogis dalam menginternalisasikan nilai agama dan moral melalui pengintegrasian aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Strategi yang efektif mencakup pemilihan cerita sesuai perkembangan peserta didik, penggunaan media yang menarik, penyampaian interaktif, diskusi reflektif, keteladanan, dan penguatan perilaku positif. Metode bercerita juga berpotensi mengembangkan empati, penalaran moral, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik.</p> Lasmaroha Sitompul Ficki Padli Pardede Nurul Ulya Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 869 889 10.47006/pendalas.v6i3.867 IMPLEMENTASI DIGITAL STORYTELLING ISLAMI DALAM PEMBELAJARAN NILAI AGAMA DAN MORAL DI RA AN-NUR BANDAR KHALIPAH https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/836 <p>Integrasi <em>digital storytelling</em> Islami dalam pembelajaran nilai agama dan moral memerlukan pengelolaan yang tidak hanya berfokus pada penggunaan media, tetapi juga pada keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi <em>digital storytelling</em> Islami pada empat tahap tersebut di RA An-Nur Bandar Khalipah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan kepala RA dan guru, serta analisis modul ajar, naskah cerita, media digital, catatan perkembangan anak, dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara tematik melalui familiarisasi, pengodean, pengembangan dan peninjauan tema, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, <em>member checking</em>, serta audit dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan meliputi pemilihan nilai, penyusunan alur cerita, seleksi media, pertanyaan dialogis, dan asesmen; pelaksanaan berlangsung melalui kegiatan pembuka, tayangan terbimbing, dialog, bermain peran, dan pembiasaan; evaluasi dilakukan melalui observasi dan catatan anekdot; sedangkan tindak lanjut mencakup penguatan individual, pengulangan cerita, komunikasi dengan orang tua, dan refleksi guru. Keberhasilan <em>digital storytelling</em> Islami ditentukan oleh kualitas mediasi pedagogis guru dan keterhubungan media dengan pengalaman nyata anak.</p> Cahaya Sari Azriani Nasution Jamiah Hariyati Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 890 912 10.47006/pendalas.v6i3.836 KOMUNIKASI SEBAGAI INSTRUMEN KEKUASAAN: ANALISIS WACANA KRITIS ATAS IDEOLOGI DAN DOMINASI DALAM KONFLIK AMERIKA SERIKAT–IRAN https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/830 <p>Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa komunikasi resmi dalam konflik Amerika Serikat-Iran tidak hanya menyampaikan kebijakan, tetapi juga membentuk legitimasi, ideologi, dan batas tindakan yang dianggap sah. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana kedua negara merepresentasikan diri dan lawan, membingkai ancaman, hukum, perdamaian, serta tindakan koersif selama periode Januari 2020-Juni 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis wacana kritis komparatif terhadap dua puluh dokumen resmi yang diterbitkan oleh lembaga kepresidenan dan kementerian luar negeri Amerika Serikat dan Iran. Analisis dilakukan melalui representasi aktor, polarisasi moral, modalitas, strategi legitimasi, serta pembacaan tematik secara longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana Amerika Serikat secara konsisten membingkai Iran sebagai ancaman terorisme, nuklir, dan ketidakstabilan regional, sementara tekanan ekonomi dan penggunaan kekuatan diposisikan sebagai tindakan perlindungan dan jalan menuju perdamaian. Sebaliknya, wacana Iran membingkai Amerika Serikat sebagai agresor unilateral dan pelanggar hukum internasional, sedangkan Iran dikonstruksi sebagai negara berdaulat yang melakukan perlawanan dan pembelaan diri. Temuan memperlihatkan adanya pola legitimasi cermin, yaitu penggunaan struktur argumentasi serupa untuk menghasilkan penilaian moral yang berlawanan.</p> Muhammad Irham Rubino Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 913 933 10.47006/pendalas.v6i3.830 EDUKASI PANGAN FERMENTASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN TEH KOMBUCHA BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KOTA BARU KOTA JAMBI https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/789 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pemahaman masyarakat mengenai pangan fermentasi dan keterampilan pengolahan pangan yang aman di tingkat rumah tangga. Kegiatan bertujuan memberikan edukasi mengenai prinsip dasar fermentasi sekaligus melatih ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, dalam membuat teh kombucha secara mandiri dengan memperhatikan higiene dan keamanan pangan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pengamatan proses fermentasi. Peserta diperkenalkan pada bahan dan peralatan, fungsi <em>Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast</em> (SCOBY), tahapan penyeduhan teh, pelarutan gula, pendinginan, penambahan SCOBY dan cairan starter, serta penyiapan wadah fermentasi. Hasil kegiatan secara deskriptif menunjukkan keterlibatan aktif peserta pada setiap tahapan praktik dan terbentuknya pemahaman yang lebih aplikatif mengenai hubungan antara prosedur pembuatan, kebersihan, kondisi fermentasi, dan keamanan produk. Pelatihan juga memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan kembali di rumah serta membuka peluang diversifikasi olahan pangan berbasis fermentasi. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pendampingan standardisasi proses, pengendalian mutu dan keamanan pangan, pengembangan variasi produk, serta pengemasan apabila kombucha dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.</p> <p><em>Kata kunci: pangan fermentasi; kombucha; keamanan pangan; pemberdayaan masyarakat; keterampilan rumah tangga.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This community engagement program was initiated to strengthen community understanding of fermented foods and safe household food-processing practices. The program aimed to provide basic fermentation education and practical training for women in Kota Baru District, Jambi City, to produce kombucha tea independently while applying hygiene and food-safety principles. A participatory approach was used through educational sessions, demonstrations, hands-on practice, discussion, and observation of the fermentation process. Participants were introduced to the materials and equipment, the role of the Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY), tea brewing, sugar dissolution, cooling, addition of SCOBY and starter liquid, and preparation of fermentation containers. Descriptive findings showed active participant involvement throughout the practical stages and a more applicable understanding of the relationship between production procedures, hygiene, fermentation conditions, and product safety. The training also provided practical experience that could be reapplied at home and created opportunities for household-level diversification of fermented food products. Future activities should focus on process standardization, quality and food-safety control, product variation, and packaging if kombucha is further developed as a value-added product.</p> <p><em>Keywords: Fermented Food; Kombucha; Food Safety; Community Empowerment; Household Skills</em></p> Miftahul Khairani Fridiyanto Fridiyanto Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-10 2026-09-10 6 3 934 946 10.47006/pendalas.v6i3.789 THE RELEVANCE OF MU'TAZILAH ISLAMIC THEOLOGICAL THOUGHT TO THE RATIONALITY OF GENERATION Z https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/895 <p>Rasionalitas dalam pemikiran Mu’tazilah tidak berarti menempatkan akal di atas wahyu secara mutlak, melainkan menekankan peran akal dalam memahami dan menginterpretasikan ajaran agama. Generasi Z memiliki karakteristik yang terbuka terhadap berbagai sumber informasi serta memiliki kecenderungan untuk mempertanyakan gagasan yang bertentangan dengan pengalaman atau pemahaman logis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik rasionalitas Mu’tazilah dan potensi kontribusinya dalam membentuk pola pikir keislaman Generasi Z yang kritis, logis, dan berorientasi pada nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menerapkan pendekatan normatif dan sosio-historis, dengan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran teologi Mu’tazilah terdiri atas lima prinsip utama, yaitu At-Tauhid (Keesaan Allah), Al-’Adl (Keadilan Allah), Al-Wa’du wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman), Al-Manzilah bainal-Manzilataini (Posisi di antara Dua Posisi), serta Al-Amru bi al-Ma’ruf wa al-Nahyu ‘an al-Munkar (Memerintahkan kepada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran). Relevansi pemikiran Mu’tazilah terhadap rasionalitas Generasi Z terletak pada penekanan terhadap penggunaan akal, argumentasi logis, pemikiran kritis, serta pemahaman ajaran agama secara kontekstual. Nilai-nilai tersebut dapat membantu Generasi Z dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan di era digital, seperti fanatisme, misinformasi, dan klaim kebenaran keagamaan yang tidak didukung argumentasi. Oleh karena itu, rasionalitas yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dapat mendorong terbentuknya sikap keberagamaan yang kritis, moderat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.</p> <p>&nbsp;</p> Eka Zuliana Putri Syahri Nikmah Royani Harahap Fathul Jannah Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-17 2026-09-17 6 3 947 960 10.47006/pendalas.v6i3.895 STUDI KOMPARATIF PENGGUNAAN BUKU TEKS CETAK DAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/883 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan buku teks cetak dan buku teks digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menekankan pemahaman terhadap pengalaman, persepsi, dan preferensi peserta didik dalam menggunakan kedua media pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran mengenai cara siswa mengakses materi, tingkat keterlibatan belajar, serta kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa buku digital memberikan kemudahan akses, fleksibilitas belajar, serta meningkatkan interaktivitas siswa karena dapat diakses melalui perangkat teknologi. Namun, penelitian lain juga menemukan bahwa buku teks cetak masih lebih efektif dalam membantu konsentrasi belajar dan pemahaman materi secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik cenderung memanfaatkan buku digital untuk kemudahan akses informasi, sementara buku cetak lebih digunakan ketika membutuhkan pemahaman materi secara lebih fokus. Oleh karena itu, penggunaan kedua media secara seimbang dapat mendukung pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p> <p>Kata kunci: <strong>Buku Teks Cetak, Buku Teks Digital, Pembelajaran </strong>PAI, <strong>Media Pembelajaran, Efektivitas Belajar</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This study aims to conduct a comparative analysis of the use of printed and digital textbooks in Islamic Religious Education (PAI) learning using a qualitative approach. The study focuses on understanding students’ experiences, perceptions, and preferences regarding the use of these two learning media. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation to explore how students access learning materials, their levels of engagement, and the challenges encountered during the learning process. Previous studies have indicated that digital textbooks provide greater accessibility and learning flexibility while enhancing student interactivity through technology-enabled access. However, other studies have found that printed textbooks remain more effective in supporting sustained concentration and facilitating an in-depth understanding of learning materials. The findings of this study reveal that students tend to use digital textbooks primarily for convenient and flexible access to information, whereas printed textbooks are preferred when greater concentration and deeper comprehension are required. Therefore, a balanced integration of printed and digital textbooks may support more effective Islamic Religious Education learning while enabling instructional practices to remain adaptive to ongoing technological developments.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Printed Textbooks, Digital Textbooks, Islamic Religious Education Learning, Learning Media, Learning Effectiveness</em></strong></p> Sella Amelia Asmayani Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-16 2026-09-16 6 3 961 971 10.47006/pendalas.v6i3.883 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN UNO CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 8 PURWOREJO https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/841 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran <em>Problem Based Learning</em> berbantuan media pembelajaran UNO Card pada mata pelajaran Ekonomi kelas X-2 SMA Negeri 8 Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah dilakukan perbaikan tindakan pada setiap siklus. Pada pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 69 dengan ketuntasan 43% atau 15 siswa. Pada Siklus I, nilai rata-rata menjadi 64 dengan ketuntasan 54% atau 19 siswa. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 81 dengan ketuntasan 86% atau 30 siswa. Hasil <em>paired sample t-test</em> antara Siklus I dan Siklus II menunjukkan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis secara signifikan. Dengan demikian, penerapan <em>Problem Based Learning</em> berbantuan UNO Card dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X-2 SMA Negeri 8 Purworejo.</p> Anisa Dwiyanti Anita Rinawati Cahyana Nursidiq Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-09-23 2026-09-23 6 3 972 991 10.47006/pendalas.v6i3.841 PENINGKATAN PEMAHAMAN BRANDING DIGITAL USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI DESA WISATA HARIARA POHAN, KABUPATEN SAMOSIR https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/917 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan pemahaman branding digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, melalui kegiatan Workshop Branding Digitalisasi UMKM. Fokus penelitian meliputi kondisi awal pemahaman pelaku UMKM, pelaksanaan penguatan kapasitas, serta perubahan pemahaman setelah kegiatan workshop. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dialog, dan dokumentasi selama kegiatan yang dilaksanakan pada 4–20 Agustus 2026. Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi, praktik, dan diskusi mengenai identitas usaha, nama usaha, logo, kemasan, serta pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal masih terdapat keterbatasan dalam penggunaan media sosial, mengikuti perkembangan informasi digital, dan menerapkan branding pada usaha. Setelah workshop, pelaku UMKM mulai memahami pentingnya branding serta pemanfaatan media sosial untuk pengenalan dan promosi produk. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman branding digital perlu dilakukan secara praktis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan.</p> Shendy Sanjaya Reza Ade Putra Aprillian Valentiyo Bayu Gunawan Aulia Rizky Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-10-18 2026-10-18 6 3 992 1013 10.47006/pendalas.v6i3.917 PENINGKATAN KESADARAN PELAJAR TERHADAP PENGGUNAAN SMARTPHONE, MEDIA SOSIAL, DAN KEAMANAN DIGITAL https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/899 <p>Perkembangan teknologi digital menjadikan smartphone dan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan pelajar, tetapi penggunaannya juga menghadirkan berbagai risiko, seperti pelanggaran privasi, cyberbullying, phishing, penyebaran informasi yang tidak benar, dan penggunaan secara berlebihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesadaran pelajar mengenai penggunaan smartphone dan media sosial secara aman, sehat, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan kepada 175 pelajar kelas XII, terdiri atas 120 pelajar SMA Negeri 1 Aek Kuasan dan 55 pelajar SMK YASPENDA Pulau Rakyat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui penyampaian materi secara langsung menggunakan presentasi, interaksi dan pertanyaan sederhana, observasi respons peserta, dokumentasi, serta evaluasi internal. Materi meliputi manfaat smartphone dan media sosial, ancaman digital, perlindungan data pribadi, cyberbullying, phishing, penipuan daring, verifikasi informasi, etika bermedia sosial, privasi, jejak digital, dan penggunaan smartphone secara bijak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelajar mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif merespons materi dan pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman berdasarkan pengamatan selama kegiatan. Namun, karena tidak dilakukan pre-test dan post-test, perubahan tingkat kesadaran digital belum dapat diukur secara statistik. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya edukasi digital yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p> Bintang Fajar Ruslita Putra Rahma Nadila Delfi Apriansyah Amal Fathullah Al Arsy Muhammad Irwansyah Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-10-18 2026-10-18 6 3 1014 1034 10.47006/pendalas.v6i3.899 IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS PENDIDIKAN, KEAGAMAAN, SOSIAL, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN MELALUI KULIAH KERJA NYATA DI DESA BATUKARANG KECAMATAN PAYUNG https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/831 <p>Abstrak</p> <p>Community service activities through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) represent a form of student contribution to community development through the application of academic knowledge and practical skills. This study aims to describe the implementation and contribution of the KKN program in empowering the younger generation through education, literacy, and environmental awareness in Batu Karang Village, Payung District. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, documentation, interviews, and direct participation in community activities during the KKN program. The data were analyzed descriptively by organizing, interpreting, and presenting findings based on activities and conditions observed in the field. The findings indicate that KKN activities contributed to community development, particularly in education, literacy, and environmental awareness. Educational activities encouraged children’s participation in learning and supported the development of knowledge and motivation. Literacy activities provided opportunities for children and young people to develop reading habits, creativity, and learning interests. Environmental activities encouraged community participation in maintaining cleanliness and increasing awareness of environmental preservation. The implementation of these activities also strengthened interaction and cooperation between students and the local community. Therefore, the KKN program can support community empowerment through a participatory approach that utilizes local potential and encourages active community involvement in educational, literacy, and environmental activities.</p> <p><em>Keywords:Community Service, KKN, Education, Literacy, Environment, Empowerment</em></p> Muhammad Fikri Hazimi Marpaung Elvani Dwi Putri Br Sinuraya Sayyida Navisa Dwi Asri Muhammad Faisal Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-10-09 2026-10-09 6 3 1035 1052 10.47006/pendalas.v6i3.831 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI DAN PEMELIHARAAN DRAINASE BERBASIS PARTISIPASI: KAJIAN DI DUSUN III DESA AEK LOBA https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/915 <p>Drainase yang berfungsi baik sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan permukiman, namun kinerjanya sering menurun akibat penumpukan sampah, sedimentasi, tumbuhan liar, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan drainase berbasis partisipasi warga di Dusun III Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek kegiatan terdiri atas 10 orang warga dan 1 kepala dusun. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi awal saluran mengalami penyumbatan akibat sampah rumah tangga, endapan tanah, dan tumbuhan liar. Setelah pelaksanaan sosialisasi, pemahaman warga mengenai fungsi dan pentingnya pemeliharaan drainase mengalami peningkatan. Aksi pembersihan bersama berhasil memperbaiki kondisi fisik saluran sehingga aliran air menjadi lebih lancar. Kepala dusun berperan strategis sebagai penggerak dan penghubung warga. Dengan demikian, pengelolaan drainase melalui kegiatan partisipatif sederhana mampu meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata warga dalam pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.</p> Muhammad Irwansyah Mawar Sari Rizky Alvy Masruroh Ariel Septiandi Mado Nado Sitorus Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-10-18 2026-10-18 6 3 1035 1054 10.47006/pendalas.v6i3.915 INOVASI PENGOLAHAN BUAH NAGA MENJADI SELAI GUNA MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MASYARAKAT DESA PERBAJI https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/927 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi pengolahan buah naga menjadi selai sebagai upaya memanfaatkan komoditas lokal dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Desa Perbaji. Permasalahan penelitian berangkat dari pemanfaatan buah naga yang masih dominan dalam bentuk segar, sedangkan buah hortikultura memiliki daya simpan yang terbatas sehingga diperlukan diversifikasi produk. Penelitian ini menggunakan metode <em>Participatory Action Research</em> (PAR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses pengenalan potensi, perencanaan, praktik pengolahan, pengemasan, dan evaluasi kegiatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah naga dapat diolah menjadi selai melalui beberapa tahapan sederhana, yaitu persiapan bahan, penghancuran, pemasakan, pendinginan, dan pengemasan. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat dalam mengolah buah naga menjadi produk turunan yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai pangan lokal. Pengembangan produk masih memerlukan perbaikan pada konsistensi produk, kemasan, daya simpan, penetapan harga, dan strategi pemasaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pengolahan buah naga dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi.</p> Annisa Hafsah Zahwatun Suhaibah Rangkuti Muhammad Furqan Nazwa Kennatasyah Fahrurrozi S Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat 2026-11-10 2026-11-10 6 3 1055 1074 10.47006/pendalas.v6i3.927