https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/issue/feedPENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat2026-04-23T12:17:33+07:00Editorpendalasabdimas@gmail.comOpen Journal Systems<p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari, Mey, dan September.</p>https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/723CURRICULUM POLICY EVOLUTION IN INDONESIA: FROM THE 1975 CURRICULUM TO MERDEKA BELAJAR2026-04-21T12:16:27+07:00Muhammad Jailanimuhammadjailani@staiat.ac.idAhmad Muzawwirahmad0334243008@uinsu.ac.idUsiono Usionousiono@uinsu.ac.idDinda Rizky Amaliadindarizkyamalia@staiat.ac.id<p>Abstrak</p> <p>Perubahan kurikulum di Indonesia berlangsung secara dinamis sebagai respons terhadap perubahan sosial, politik, ekonomi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tuntutan pendidikan abad ke-21. Perubahan tersebut tidak hanya menunjukkan arah pembaruan pedagogis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kebijakan pendidikan nasional terus berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi kebijakan kurikulum di Indonesia dari Kurikulum 1975 hingga Kurikulum Merdeka dengan menitikberatkan pada karakteristik utama tiap fase, pergeseran paradigma pembelajaran, dan tantangan implementasi yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap dokumen kebijakan, literatur akademik, dan sumber historis yang relevan. Analisis data dilakukan dengan content analysis untuk memetakan pola perubahan, kesinambungan, dan perbedaan orientasi kurikulum antarperiode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evolusi kurikulum Indonesia bergerak dari pendekatan yang administratif, sentralistik, dan berorientasi isi menuju kurikulum yang lebih berbasis kompetensi, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Namun demikian, kualitas implementasi pada setiap fase tetap sangat ditentukan oleh kesiapan guru, dukungan kelembagaan, serta pemerataan sumber daya pendidikan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Evolusi Kurikulum; Kebijakan Pendidikan; Merdeka Belajar; Implementasi Kurikulum; Pendidikan Indonesia</p> <p> </p> <p>Abstract</p> <p><em>Curriculum change in Indonesia has developed dynamically in response to social, political, and economic transformation, as well as to the expansion of science, technology, and twenty-first-century educational demands. These shifts not only reflect pedagogical reform but also illustrate how national education policy continues to adapt to the needs of learners, society, and national development. This study aims to analyze the evolution of curriculum policy in Indonesia from the 1975 Curriculum to the Merdeka Curriculum by focusing on the main characteristics of each phase, changes in learning paradigms, and the implementation challenges that accompanied them. The study employed a descriptive qualitative approach through documentation studies of policy documents, academic literature, and relevant historical sources. Data were analyzed using content analysis to identify patterns of change, continuity, and differences in curriculum orientation across periods. The findings indicate that the evolution of the Indonesian curriculum has shifted from an administrative, centralized, and content-oriented approach toward a more competency-based, flexible, and student-centered curriculum. However, the quality of implementation in every phase has remained strongly dependent on teacher readiness, institutional support, and the equitable distribution of educational resources.</em></p> <p><em>Keywords: Curriculum Evolution; Education Policy; Merdeka Belajar; Curriculum Implementation; Indonesian Education</em></p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/724INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21: STRATEGI PENERAPAN MODEL BERBASIS PROYEK DAN MASALAH DI SEKOLAH INDONESIA2026-04-17T12:13:45+07:00Jamaluddin Jamaluddinjamaluddin0334243022@uinsu.ac.idMuhammad Aminm.amin0334243021@uinsu.ac.idMuhammad Fadhlimuhammadfadhli@uinsu.ac.idUsiono Usionousiono@uinsu.ac.idMuhammad Jailanimuhammadjailani@staiat.ac.id<p>Abstrak</p> <p>Pembelajaran abad ke-21 menuntut sekolah tidak lagi berfokus pada transfer pengetahuan semata, tetapi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital yang relevan dengan perubahan sosial dan teknologi. Dalam konteks Indonesia, tuntutan tersebut menjadi semakin penting karena implementasi Kurikulum Merdeka mengharuskan guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi penerapan dua model pembelajaran inovatif, yaitu Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL), dalam mendukung pembelajaran abad ke-21 di sekolah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap kebijakan pendidikan, publikasi ilmiah, dan hasil penelitian terkait PjBL, PBL, kompetensi abad ke-21, serta implementasi kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL dan PBL memiliki relevansi tinggi dalam membangun pengalaman belajar autentik, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. Namun, efektivitas implementasinya masih dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan kebijakan sekolah, ketersediaan sarana-prasarana, dan kualitas asesmen autentik. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan PjBL dan PBL membutuhkan pendekatan sistemik melalui penguatan kapasitas guru, penyediaan panduan teknis, integrasi teknologi, dan pembentukan budaya kolaboratif di sekolah.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> pembelajaran abad 21, PjBL, PBL, Kurikulum Merdeka, inovasi pembelajaran</p> <p> </p> <p>Abstract</p> <p><em>Twenty-first-century learning requires schools to move beyond knowledge transmission toward the development of critical thinking, creativity, communication, collaboration, and digital literacy in response to rapid social and technological change. In the Indonesian context, this demand has become increasingly significant as the Merdeka Curriculum encourages more contextual, participatory, and student-centered learning aligned with the Profile of Pancasila Students. This article aims to analyze the implementation strategies of two innovative instructional models, namely Project-Based Learning (PjBL) and Problem-Based Learning (PBL), in supporting twenty-first-century learning in Indonesian schools. The study employed a descriptive qualitative approach through document analysis of educational policies, scholarly publications, and previous studies related to PjBL, PBL, twenty-first-century competencies, and curriculum implementation. The findings indicate that both PjBL and PBL are highly relevant for fostering authentic learning experiences, increasing student engagement, and developing higher-order thinking and collaborative skills. However, their effectiveness remains influenced by teacher readiness, school policy support, the availability of facilities and infrastructure, and the quality of authentic assessment. This article concludes that successful implementation of PjBL and PBL requires a systemic approach involving teacher professional development, technical implementation guidelines, technology integration, and the cultivation of collaborative school culture.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Twenty-First-Century Learning, PjBL, PBL, Merdeka Curriculum, instructional innovation</em></p>2026-04-15T11:54:12+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/727STRATEGI MITIGASI RISIKO KEHILANGAN ARSIP DIGITAL PADA STAFF SUBBAG TATA USAHA DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA BINJAI2026-04-21T12:16:03+07:00Rini Rahma Safitririnirahma133@gmail.com<p>Abstrak</p> <p>Transformasi administrasi berbasis digital menempatkan arsip elektronik sebagai infrastruktur penting bagi kesinambungan layanan publik, tetapi pada saat yang sama memperbesar risiko kehilangan data ketika sistem terpusat terganggu, kompetensi operator belum merata, dan prosedur pemulihan belum mapan. Kondisi ini menjadi krusial pada Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Binjai yang mengandalkan pengarsipan digital untuk tata persuratan dan dokumentasi administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk risiko kehilangan arsip digital, prosedur penanganan ketika sinkronisasi dengan aplikasi pusat mengalami kegagalan, serta strategi mitigasi yang diterapkan untuk menjamin keberlangsungan layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kehilangan arsip digital dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu ketidakstabilan sistem terpusat, keterbatasan literasi digital pegawai, dan minimnya pelatihan teknis yang terstruktur. Untuk merespons kondisi tersebut, instansi menerapkan mekanisme kerja manual sementara, alur komunikasi administratif dengan atasan dan unit kerja, serta pencadangan data berlapis melalui folder lokal, hard disk, dan Google Drive. Temuan ini menegaskan bahwa mitigasi risiko kehilangan arsip digital tidak cukup bertumpu pada aplikasi, tetapi harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, prosedur kontinjensi, dan backup berkelanjutan untuk menjaga keamanan, integritas, dan ketersediaan arsip.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> arsip digital; mitigasi risiko; tata usaha; backup data; layanan administrasi</p> <p> </p> <p>Abstract</p> <p>Digital-based administrative transformation has positioned electronic records as a critical infrastructure for public service continuity; however, it also increases the risk of data loss when centralized systems fail, operator competence is uneven, and recovery procedures are not well established. This issue is particularly crucial in the Administrative Subdivision of the Ministry of Religious Affairs Office in Binjai City, where digital archiving supports correspondence management and administrative documentation. This study aims to analyze the forms of digital archive loss risk, the procedures applied when synchronization with the central application fails, and the mitigation strategies implemented to ensure service continuity. The study employed a descriptive qualitative approach using interviews, observation, and documentation, while the data were analyzed through the Miles and Huberman model. The findings reveal that the risk of digital archive loss is mainly influenced by three factors: instability of the centralized system, limited staff digital literacy, and the lack of structured technical training. In response, the institution applies temporary manual procedures, administrative communication with superiors and work units, and multi-layered backups through local folders, hard disks, and Google Drive. These findings confirm that mitigating the risk of digital archive loss cannot rely solely on the application system, but must also be supported by human resource readiness, contingency procedures, and sustainable backups to maintain the security, integrity, and availability of digital records.</p> <p><strong>Keywords:</strong> digital archives; risk mitigation; administrative staff; data backup; service continuity</p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/730PENGELOLAAN KURIKULUM UNTUK OPTIMALISASI MUTU PEMBELAJARAN DI MAS AL-WASHLIYAH 22 TEMBUNG2026-04-23T02:03:07+07:00Ika SafitriIkas62515@gmail.com<p>Abstrak</p> <p>Pengelolaan kurikulum merupakan aspek strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya pada lembaga pendidikan Islam yang dituntut adaptif terhadap perubahan kebijakan dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan kurikulum di MAS Al-Washliyah 22 Tembung, terutama pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta kontribusinya terhadap optimalisasi mutu pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan guru yang terlibat langsung dalam pengelolaan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum di MAS Al-Washliyah 22 Tembung telah dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, madrasah menyusun perangkat pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik, kebijakan pendidikan, dan hasil evaluasi sebelumnya. Pada tahap pelaksanaan, guru berperan aktif sebagai fasilitator pembelajaran dengan menerapkan strategi yang bervariasi dan kontekstual. Sementara itu, tahap evaluasi dilakukan secara berkesinambungan untuk menilai hasil belajar peserta didik sekaligus memperbaiki proses pembelajaran. Dengan demikian, pengelolaan kurikulum yang baik terbukti berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran secara menyeluruh di MAS Al-Washliyah 22 Tembung.</p> <p>Kata kunci: <em>Pengelolaan Kurikulum, Mutu Pembelajaran, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Madrasah</em></p> <p> </p> <p>Abstract</p> <p>Curriculum management is a strategic aspect in improving the quality of learning, particularly in Islamic educational institutions that are required to adapt to policy changes and students’ needs. This study aims to analyze curriculum management at MAS Al-Washliyah 22 Tembung, focusing on planning, implementation, and evaluation, as well as its contribution to optimizing learning quality. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research participants consisted of the principal, vice principal for curriculum affairs, and teachers directly involved in curriculum management. The findings indicate that curriculum management at MAS Al-Washliyah 22 Tembung has been carried out systematically and continuously through three main stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the school develops instructional documents based on students’ needs, educational policies, and previous evaluation results. In the implementation stage, teachers play an active role as facilitators by applying varied and contextual learning strategies. Meanwhile, the evaluation stage is conducted continuously to assess students’ learning outcomes and improve the learning process. Therefore, effective curriculum management has been proven to contribute significantly to the overall improvement of learning quality at MAS Al-Washliyah 22 Tembung.</p> <p>Keywords: curriculum management, learning quality, planning, implementation, evaluation, madrasah</p>2026-04-18T09:15:17+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/747MANAJEMEN PARTISIPASI ORANG TUA DALAM MEMBENTUK DISIPLIN SISWA DI SMP ISLAM AL-ULUM TERPADU MEDAN2026-04-23T12:17:33+07:00Hadawiyanti Sinagahadawiyantis@gmail.com<p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen partisipasi orang tua dalam membentuk disiplin siswa di SMP Islam Al Ulum Terpadu Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yang meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru, dan orang tua siswa. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi orang tua terbagi dalam dua bentuk, yaitu fisik dan non-fisik. Partisipasi fisik meliputi dukungan dana, penyediaan fasilitas belajar, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan sekolah. Sedangkan partisipasi non-fisik meliputi pemberian motivasi, nasihat, serta ide atau masukan kepada pihak sekolah. Kedua bentuk partisipasi ini berperan penting dalam membentuk kedisiplinan siswa, yang tercermin dalam kesiapan belajar dan keteraturan perilaku mereka di sekolah. Manajemen partisipasi orang tua dilakukan melalui komunikasi aktif antara sekolah dan orang tua, serta keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah. Meskipun demikian, terdapat variasi dalam tingkat keterlibatan orang tua yang menjadi tantangan dalam implementasi manajemen ini.</p> <p>Kata Kunci: <em>Partisipasi Orang Tua, Disiplin Siswa, Manajemen Pendidikan, Komunikasi, Pendidikan.</em></p> <p> </p> <p>Abstract</p> <p>This study aims to analyze the management of parental participation in shaping student discipline at SMP Islam Al Ulum Terpadu Medan. A qualitative approach with a descriptive method was used in this research. Data was collected through observations, interviews, and documentation, involving the principal, vice principal for student affairs, teachers, and parents. The collected data was analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that parental participation is divided into two forms: physical and non-physical. Physical participation includes financial support, provision of learning facilities, and direct involvement in school activities. Meanwhile, non-physical participation includes giving motivation, advice, and ideas or feedback to the school. Both forms of participation play an important role in shaping student discipline, reflected in their learning readiness and behavioral regulation at school. The management of parental participation is implemented through active communication between the school and parents, as well as parental involvement in various school activities. However, there is variation in the level of parental involvement, which poses a challenge in the implementation of this management.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Parental Participation, Student Discipline, Educational Management, Communication, Education</p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/748STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SMP ISLAM TERPADU AL –HIJRAH DELI SERDANG2026-04-23T12:17:09+07:00Najwa Novia Ulfa Samosirnajwanoviaulfasamosir@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMP IT Al-Hijrah Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan merumuskan visi dan misi yang berbasis nilai Islam. Strategi implementasi mencakup penggunaan metode pembelajaran aktif, kreatif, dan kolaboratif yang terus ditindaklanjuti dengan supervisi dan pembinaan berkelanjutan terhadap guru. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai instrumen untuk menilai aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan terkait perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan fasilitas yang diatasi melalui perbaikan berkelanjutan dan pendampingan. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah telah menunjukkan peningkatan mutu pembelajaran yang signifikan.</p> <p>Kata Kunci: <em>Strategi Kepala Sekolah, Mutu Pembelajaran, Pendidikan, Supervisi, Evaluasi.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study aims to analyze the principal's strategy in improving the quality of learning at SMP IT Al-Hijrah Deli Serdang. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principal for curriculum, and teachers. The results show that learning planning is carried out systematically by formulating a vision and mission based on Islamic values. The implementation strategy includes the use of active, creative, and collaborative learning methods, continuously followed by supervision and ongoing coaching for teachers. Evaluation is carried out comprehensively using various instruments to assess students' knowledge, skills, and attitudes. However, challenges such as differences in students' abilities and limited facilities were overcome through continuous improvement and mentoring. Overall, the strategies implemented by the principal have shown significant improvements in the quality of learning.</p> <p><em><strong>Keywords</strong>: Principal Strategy, Learning Quality, Education, Supervision, Evaluation.</em></p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/749STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH BERKARAKTER MELALUI KURIKULUM BERBASIS CINTA DI SD SWASTA ANNYSA MEDAN SUNGGAL2026-04-23T12:16:44+07:00Muhammad Chaidirnajwanoviaulfasamosir@gmail.com<p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pendidikan karakter di sekolah dasar yang semakin kompleks, terutama ditandai oleh menurunnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa hormat siswa di tengah pengaruh perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Dalam praktiknya, banyak sekolah masih mengandalkan pendekatan hukuman untuk membentuk perilaku siswa, padahal pendekatan tersebut sering tidak menyentuh kesadaran afektif anak secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah berkarakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta di SD Swasta Annysa Medan Sunggal. Fokus penelitian diarahkan pada strategi internalisasi nilai karakter, koordinasi sumber daya sekolah, dan pembangunan sinergi dengan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilaksanakan melalui keteladanan, pendekatan persuasif hati ke hati, pembagian peran guru secara integratif, serta pelibatan aktif orang tua dalam pemantauan karakter siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan strategis yang berlandaskan kasih sayang, kecerdasan emosional, dan kolaborasi sekolah-rumah efektif dalam membentuk karakter siswa tanpa mengandalkan pendekatan punitif.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Kepemimpinan Strategis, Pendidikan Karakter, Kurikulum Berbasis Cinta, Sekolah Dasar, Orang Tua</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study is grounded in the growing challenges of character education in elementary schools, particularly the decline of students’ discipline, responsibility, and respect amid social change and rapid technological development. In practice, many schools still rely on punitive approaches to shape student behavior, even though such methods often fail to nurture children’s affective awareness in a meaningful way. This study aims to analyze the principal’s strategy in creating a character-based school through the Love-Based Curriculum at SD Swasta Annysa Medan Sunggal. The research focuses on strategies for internalizing character values, coordinating school resources, and building synergy with parents. This study employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal’s strategy was implemented through role modeling, a persuasive heart-to-heart approach, integrative distribution of teachers’ roles, and active parental involvement in monitoring students’ character development. These findings confirm that strategic leadership grounded in compassion, emotional intelligence, and school-home collaboration is effective in shaping students’ character without relying on punitive measures.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Strategic Leadership, Character Education, Love-Based Curriculum, Elementary School, Parents</p>2026-04-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat