https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/issue/feedPENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat2026-06-08T12:50:22+07:00Editorpendalasabdimas@gmail.comOpen Journal Systems<p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335">https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6120335</a>PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan hasil-hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, dan hasil riset penelitian kebijakan publik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural Jawa Timur. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat menerima artikel hasil penelitian bidang pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, sosial budaya, sosial keagamaan, sosial ekonomi, hasil riset penelitian kebijakan publik dari para ahli dan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Aim and Scope jurnal. Jurnal ini terbit satu tahun 3 kali yakni: Januari - April, Mei - Agustus, dan September - Desember.</p>https://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/788PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA-BENCANA: PROGRAM MITIGASI KEBENCANAAN, KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT, SEKOLAH DARURAT UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI DESA DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG2026-06-05T12:47:55+07:00Tappil Rambetappilrambe@unimed.ac.idHariaditappilrambe@unimed.ac.idM. Taufik Rahmaditappilrambe@unimed.ac.id<p>Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor yang memerlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi kebencanaan, kesiapsiagaan, dan keberlanjutan layanan pendidikan anak pascabencana. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil program pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui penguatan organisasi pemuda, penyusunan prosedur evakuasi, pelatihan mitigasi, simulasi kesiapsiagaan, serta penyelenggaraan sekolah darurat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Mitra kegiatan terdiri atas Karang Taruna Kampung Durian sebanyak 30 anggota dan kelompok pendidikan anak usia dini sebanyak 22 anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan manajemen kelembagaan. Pemahaman organisasi Karang Taruna meningkat dari 40% menjadi 85%, pengetahuan mitigasi bencana dari 40% menjadi 88%, dan kepemilikan prosedur evakuasi dari 0% menjadi 90%. Pada mitra pendidikan anak usia dini, ketersediaan sistem sekolah darurat meningkat dari 0% menjadi 85%, pemahaman guru tentang mitigasi dari 25% menjadi 80%, dan pengelolaan pembelajaran darurat dari 10% menjadi 80%. Program ini menghasilkan modul mitigasi bencana, modul sekolah darurat, prosedur evakuasi, media edukasi kebencanaan, dan tim siaga bencana berbasis masyarakat.</p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakathttps://journal.yaspim.org/index.php/pendalas/article/view/785STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI MAS AL-WASHLIYAH TEMBUNG 2026-06-08T12:50:22+07:00Nurdila Nasutionnasutionnurdila@gmail.comNeng Nurcahyati Sinulingganurchayati@staff.uma.ac.id<p>Penurunan kedisiplinan, sopan santun, dan kesadaran beribadah siswa menjadi tantangan penting dalam pembentukan karakter religius di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan karakter religius siswa melalui budaya sekolah di Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Tembung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, budaya salam, serta penerapan tata tertib bernuansa Islami. Kepala sekolah juga menerapkan keteladanan, pengawasan, pembinaan persuasif, dan kerja sama dengan guru serta orang tua. Strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian sosial, dan kesadaran beribadah siswa. Dengan demikian, budaya sekolah religius menjadi strategi efektif dalam memperkuat karakter religius siswa.</p>2026-06-07T21:03:13+07:00Copyright (c) 2026 PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat